Pada video tersebut dijelaskan bahwasanya senyawa antosianin sangat stabil pada pH 1-3. Dan pada sumber yang saya baca, Antosianin akan lebih stabil pada suhu kurang dari 40oC dan berada pada pH 2, tetapi senyawa antosianin merupakan senyawa yang tidak stabil sehingga dapat menurunkan manfaatnya sebagai antioksidan. Bagaimana caranya agar senyawa antosianin ini tetap stabil agar tidak menurunkan manfaatnya sebagai antioksidan? Dan hal apa saja yang mempengaruhinya?
Jadi, berdasarkan sumber jurnal yang berjudul “Antosianin dalam Produksi Fermentasi dan Perannya sebagai Antioksidan Herman Joseph Bimo Kunnaryo dan Prima Retno Wikandari” dijelaskan bahwa Salah satu cara untuk mempertahankan kestabilan antosianin adalah dengan fermentasi BAL. Proses fermentasi oleh BAL akan menurunkan pH sehingga dapat meningkatkan kestabilan antosianin dimana antosianin akan lebih stabil berada pada pH rendah dalam bentuk flavilium. Pada bentuk flavilium ini senyawa antosianin memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi. Kemudian, adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan antosianin sehingga dapat mempengaruhi aktivitas antioksidannya antara lain pH, suhu dan enzim.
dari video dikatakan bahwa ekstraksi menggunakan pelarut campuran etanol:asam asetat, etanol:asam sitrat, air:asam asetat dan air:asam sitrat. dan dri jurnal yang saya baca ekstraksi antosianin menggunakan etanol:HCl. dari perbedaaan pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi tersebut akan mempengaruhi hasil ekstraksi. bagaimana pengaruh dari perbedaan pelarut yang digunakan tersebut terhadap hasil akhir antosianin dan efek nya sebagai antioksidan?
Jadi, berdasarkan sumber jurnal yang berjudul “Pengaruh Perbedaan Pelarut Asam Pada Ekstraksi Antosianin Bunga Dadap Merah (Erythrina Crista-Galli) Dengan Metode Microwave Assisted Extraction” jadi berdasarkan sumber ini perbedaan pelarut memberikan pengaruh terhadap hasil akhir, disebutkan dalam jurnal ini penggunaan pelarut etanol - HCl menghasilkan kadar total antosianin lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut etanol - asam sitrat. Kemudian, semakin asam suatu larutan berkaitan erat dengan tetapan disosiasi masing-masing asam yang digunakan, semakin besar tetapan disosiasi semakin kuat asam, dan HCl memiliki tetapan disosiasi lebih besar dibandingkan dengan asam sitrat, keaadaan ini yang menyebabkan antosianin yang terekstrak dengan pelarut yang konsentrasi asamnya lebih sedikit yaitu 1% HCl-etanol memiliki intensitas warna lebih tinggi dibanding dengan pelarut 4% sitrat - etanol.
Bagaimana efek nya sebagai antioksidan, jadi berdasarkan perbedaan pelarut tadi didapatkan pula perbedaan kadar antosianin nya. Berdasarkan sumber jurnal yang berjudul “Ekstraksi pewarna alami dari bunga telang (Clitoria ternatea L.) Dengan variasi jenis pelarut dan lama ekstraksi “ dikatakan bahwa Aktivitas antioksidan berkolerasi positif dengan kadar antosianin. Antosianin termasuk kedalam jenis antioksidan sehingga semakin tinggi senyawa antosianin pada ekstrak akan menyebabkan semakin tinggi aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian (Hirunpanich et al.,2005) semakin banyak antosianin maka akan meningkatkan aktivitas antioksidan yang dihasilkan.
Pada video tersebut dijelaskan bahwasanya senyawa antosianin sangat stabil pada pH 1-3.
BalasHapusDan pada sumber yang saya baca, Antosianin akan lebih stabil pada suhu kurang
dari 40oC dan berada pada pH 2, tetapi senyawa antosianin merupakan senyawa yang tidak stabil sehingga dapat menurunkan manfaatnya sebagai antioksidan.
Bagaimana caranya agar senyawa antosianin ini tetap stabil agar tidak menurunkan manfaatnya sebagai antioksidan?
Dan hal apa saja yang mempengaruhinya?
Jadi, berdasarkan sumber jurnal yang berjudul “Antosianin dalam Produksi Fermentasi dan Perannya sebagai Antioksidan Herman Joseph Bimo Kunnaryo dan Prima Retno Wikandari” dijelaskan bahwa Salah satu cara untuk mempertahankan kestabilan antosianin adalah dengan fermentasi BAL. Proses fermentasi oleh BAL akan menurunkan pH sehingga dapat meningkatkan kestabilan antosianin dimana antosianin akan lebih stabil berada pada pH rendah dalam bentuk flavilium. Pada bentuk flavilium ini senyawa antosianin memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi. Kemudian, adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan antosianin sehingga dapat mempengaruhi aktivitas antioksidannya antara lain pH, suhu dan enzim.
Hapusdari video dikatakan bahwa ekstraksi menggunakan pelarut campuran etanol:asam asetat, etanol:asam sitrat, air:asam asetat dan air:asam sitrat. dan dri jurnal yang saya baca ekstraksi antosianin menggunakan etanol:HCl. dari perbedaaan pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi tersebut akan mempengaruhi hasil ekstraksi.
BalasHapusbagaimana pengaruh dari perbedaan pelarut yang digunakan tersebut terhadap hasil akhir antosianin dan efek nya sebagai antioksidan?
Jadi, berdasarkan sumber jurnal yang berjudul “Pengaruh Perbedaan Pelarut Asam Pada Ekstraksi Antosianin Bunga Dadap Merah (Erythrina Crista-Galli) Dengan Metode Microwave Assisted Extraction” jadi berdasarkan sumber ini perbedaan pelarut memberikan pengaruh terhadap hasil akhir, disebutkan dalam jurnal ini penggunaan pelarut etanol - HCl menghasilkan kadar total antosianin lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut etanol - asam sitrat. Kemudian, semakin asam suatu larutan berkaitan erat dengan tetapan disosiasi masing-masing asam yang digunakan, semakin besar tetapan disosiasi semakin kuat asam, dan HCl memiliki tetapan disosiasi lebih besar dibandingkan dengan asam sitrat, keaadaan ini yang menyebabkan antosianin yang terekstrak dengan pelarut yang konsentrasi asamnya lebih sedikit yaitu 1% HCl-etanol memiliki intensitas warna lebih tinggi dibanding dengan pelarut 4% sitrat - etanol.
HapusBagaimana efek nya sebagai antioksidan,
jadi berdasarkan perbedaan pelarut tadi didapatkan pula perbedaan kadar antosianin nya. Berdasarkan sumber jurnal yang berjudul “Ekstraksi pewarna alami dari bunga telang (Clitoria ternatea L.) Dengan variasi jenis pelarut dan lama ekstraksi “ dikatakan bahwa Aktivitas antioksidan berkolerasi positif dengan kadar antosianin. Antosianin termasuk kedalam jenis antioksidan sehingga semakin tinggi senyawa antosianin pada ekstrak akan menyebabkan semakin tinggi aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian (Hirunpanich et al.,2005) semakin banyak antosianin maka akan meningkatkan aktivitas antioksidan yang dihasilkan.