Metode Presipitasi


 

Komentar

  1. terima kasih atas video penjelasan mengenai penerapan metode presipitasi dalam bidang farmasi yaitu dalam pembuatan suspensi.
    dari literatur yang saya baca (FI edisi III), beberapa syarat sediaan suspensi yaitu: a) zat terdiskusi harus halus dan tidak boleh mengendap, b) jika dikocok harus segera berdiskusi kembali.
    syarat ini menurut saya kurang relevan dengan penjelasan mengenai metode presipitasi pada awal video. dimana pada awal video dijelaskan bahwa presipitasi merupakan suatu metode pemisahan dimana zat keluar dari larutan lalu membentuk endapan.
    jika sudah diketahui bahwa metode ini adalah metode pemisahan, mengapa suspensi yang pada dasarnya diharapkan tidak mudah mengendap dibuat dengan metode tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik saya akan menjawab pertanyaan dari salsabila. Mengapa digunakan metode presipitasi dalam pembuatan suspensi ini adalah seperti yang dijelaskan pada vidio, karena zat aktif yang digunakan yaitu ibuprofen yang merupakan salah satu obat praktis tidak larut dalam air sehingga digunakan lah metode presipitasi ini. Dengan penambahan pelarut organik, zat yang tak larut dalam air (ibuprofen) dilarutkan terlebih dahulu dalam pelarut organik yang dapat bercampur dengan air. Sehingga setelah itu dapat dilanjutkan dengan penambahan air dan bahan lainnya.
      Kemudian, memang terdapat hambatan dalam memformulasikan sediaan suspensi yaitu kestabilan fisiknya. Obat yang tidak larut dapat memisah dari fase pembawa dan mengendap didasar wadah. Sangat diharapkan bahwa sediaan mudah tersuspensi dengan pengocokan ringan. Pengendapan dan agregasi dapat menyebabkan pembentukan caking yang sulit untuk terdispersi kembali.
      Oleh karena itu, untuk mencegah terbentuknya caking dalam pembuatan suspensi diperlukan penambahan suspending agent untuk meningkatkan kestabilan fisik suspensi. Pada penelitian ini digunakan polimer serbuk gom arab dan natrium karboksimetilselulosa yang kegunaannya antara lain sebagai suspending agent dan stabilizing agent.

      Hapus
  2. Terimakasih atas video penjelasannya mengenai metode presipitasi ini. Dari video yang telah di paparkan dijelaskan bahwa pada pembuatan suspensi ini natrium karboksimetilselulosa ditaburkan kedalam air panas sebanyak 20 kalinya dan dibiarkan sampai mengembang.
    Mengapa natrium karboksimetilselulosa nya dikembangkan dahulu, jika tidak dikembangkan apakah akan berpengaruh terhadap hasil? Dan apakah Na-CMC ini termasuk suspending agent, jika iya mengapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari izdihari.
      Jadi Natrium karboksimetilselulosa itu dalam tahapan nya dikembangkan terlebih dahulu tujuan nya adalah agar membentuk mucilago,yang mana pada mucilago ini kan mengandung suspending agent atau Na CMC tadi, dengan terbentuknya mucilago maka dapat meningkatkan viskositas serta dapat meningkatkan kestabilan dari suspensi yang dihasilkan. Jika Na CMC tidak dikembangkan dahulu, maka tidak membentuk mucilago, yang mana bisa saja berpengaruh terhadap hasil suspensi tersebut misalnya mengurangi stabilitas suspensi dan tidak homogen nya suspensi tersebut.

      Kemudian, apakah Na CMC termasuk suspending agent? jawaban nya iya, Na CMC termasuk suspending agent.
      Dalam salah satu sumber jurnal :
      https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/download/724/666
      disebutkan bahwa suspending agent terdapat beberapa golongan, dan Na CMC termasuk kedalam golongan kedua yaitu golongan selulosa.
      Dan dalam pembuatan suspensi, CMC-Na yang merupakan suspending agent digunakan karena dapat meningkatkan viskositas serta dapat meningkatkan kestabilan dari suspensi yang dihasilkan.

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UAS IMUNOLOGI DAN SEROLOGI